Setting Samudra dengan Isu Kekinian

Apa yang terlintas di kepala kita ketika mendengar kata laut? Romantis, menyeramkan , menyedihkan atau membosankan? Semua rasa itulah yang mencoba dituangkan oleh 5 writerpreneur (Bekraf Jawa Timur). Samudra yang selalu menyimpan berbagai rasa. Ada 11 cerpen yang ditulis dengan bahasa yang tidak rumit dengan segmen pembaca remaja dan dewasa dalam buku yang berjudul “Rasa yang Tak Perrnah Pergi”.
COVER 



Tujuan Penulisan
            5 Penulis alumni Bekraf Workshop Writerpreneur Accelerate Surabaya ini, diantaranya ada Hasan Irsyad, Mufa Rizal, Asa Kurnia, Demara Hediana dan Aulia Manaf, sepakat untuk membuat sebuah antologi (menulis bersama) dengan tema laut. Karena saat ini pemerintah sedang memberikan perhatian ekstra kepada sumber daya kelautan di Indonesia. Apalagi sekarang sedang gencar kampanye di media sosial #lautmasadepanbangsa. Sebuah gerakan intensif dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk lebih meningkatkan keamanan laut, kebersihan dan hasil tangkapan ikan. Jadi sudah sewajarnya kami memberikan sebuah wacana dan penyadaran kepada masyarakat khususnya generasi milenial untuk bisa menghargai samudra di Indonesia tercinta. Termasuk menghargai nelayan, para pengrajin mutiara dan hasil laut lainnya. Juga tidak membuang sampah sembarangan ke laut. 


Tema Cerpen
            Tema apa saja yang diangkat dalam kumpulan cerita pendek di buku “Rasa yang tak Pernah Pergi” ini? Ada beragam tema yang bersetting laut di beberapa daerah di Indonesia. Semua diceritakan dengan sederhana dan menarik dengan beberapa karakter anak SMP dan SMA yang menaruh perhatian pada daerahnya di kawasan pantai. Misalnya judul “Burhan di Berau”, sebuah cerpen yang mengangkat sebuah kawasan pantai di Kota Berau Kalimantan Timur. Terinspirasi dari kisah nyata jual beli hiu yang dilindungi. Ada juga “Tentang Pulauku dan Kamu yang Menunggu di sana”, tentang pelajaran kesabaran menunggu seseorang, sama dengan menunggu mutiara menjadi sempurna selama empat tahun. Juga ada sebuah cerpen unik mengambil tema mitos Nyai Roro Kidul yang melegenda. Juga ada beberapa tema lain yang menginspirasi. 
Ohya Buku ini juga akan ikut meramaikan Bekraf Festival di Vastenberg, Kedung Lumbu, Solo pada 4-6 Oktober 2019. Ada puluhan program unggulan dari enam Kedeputian Bekraf yang juga hadir di sana. Festival ini akan terbagi menjadi 3 zona (Karya, Kita dan Kaya) yang bisa diikuti. Semuanya Free alias gratis untuk pengunjung.

Pre Order Buku masih berlaku
info : 081330229012

            Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari event Bekraf Festival ini. Mulai oprek fotografi sampai desain produk, juga ada panggung musik asyik yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
            Sampai ketemu di Solo bersama para penulis buku alumni WWA 2019. Ada 12 buku yang akan nongkrong di Bekraf Festival. Kita ketemu disana ya? Ohya jangan lupa follow instagramnya @samudraraya.id.





Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.